Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2012

KLASIFIKASI SEPEDA GUNUNG (MTB)

Secara umum sepeda gunung dibagi menjadi 5 jenis menurut fungsinya, diantaranya yaitu:
Sepeda gunung tipe / jeni XC, AM, FR, DH, DJ, 
Ciri-cirinya adalah ringan, bentuk kerangka yang terbuat dari baja, aluminium dan yang terbaru menggunakan bahan komposit serat karbon (Carbon Fiber Reinforced Plastic) dan menggunakan shock breaker (peredam goncangan). Sedangkan ban yang dipakai adalah yang memiliki kemampuan untuk mencengkeram tanah dengan kuat. Sepeda gunung memiliki 18-30 gear pindah yang berguna untuk mengatur kecepatan dan kenyamanan dalam mengayuh pedalnya. Sepeda gunung dengan 30 gear berarti memiliki crankset depan dengan 3 piringan dan cassette sprocket dengan 10 piringan, sehingga 3 x 10 = 30 tingkat kecepatan yang berbeda.

Cross Country (XC)
Dirancang untuk medan yang tidak terlalu ekstrem (ringan), sepeda jenis ini hanya mempunyai suspensi depan atau tanpa suspensi sama sekali. Karena hanya memiliki suspensi depan biasanya sepeda gunung jenis ini dikategorikan sebagai rigid frame. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh ditanjakan, di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan. Sepeda jenis ini sangatlah disarankan bagi pemula yang ingin memulai bermain sepeda MTB.

All Mountain (AM)
Biasa dipakai untuk jalur perpaduan antara Cross Country (XC) dan Down Hill ringan (light DH). Didesain untuk melintasi alam yang berat seperti naik dan turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Memiliki 2 suspensi depan dan belakang (double suspension). Panjang suspensi belakang (rear suspension) sekitar 6 inchi dan panjang suspensi depan (fork) mulai dari 140mm s/d 160mm. Pemakai dapat melakukan pendakian gunung dengan baik (tidak berat), sekaligus juga dapat menuruni gunung dengan cepat (tidak berguncang-guncang), karena panjang suspensi yang optimal. Keunggulan sepeda jenis ini ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai.

Free Ride (FR)
Dirancang untuk mampu bertahan melakukan lompatan tinggi (drop off) dan kondisi ekstrim sejenisnya. Rangkanya kuat namun tidak secepat dan selincah sepeda jenis All Mountain, karena bobotnya yang lebih berat, maka kurang cocok untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh dan sangat tidak cocok untuk tanjakan.

Down Hill (DH)
Untuk medan yang sangat ekstrem, sepeda gunung jenis ini mempunyai suspensi ganda (double suspension) untuk meredam benturan yang kerap terjadi ketika menuruni lereng dan dapat menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi. Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Sepeda jenis ini tidak mengutamakan kenyaman dalam mengayuh, karena sepeda jenis ini hanya dipakai hanya untuk menuruni lereng bukit atau gunung. Sepeda ini juga dipakai untuk perlombaan, sehingga yang menjadi titik utama dalam perancangannya adalah bagaimana agar kuat namun dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para down hiller tidak mengayuh sepeda mereka, namun sepeda mereka diangkut dengan mobil. Sangat tidak efisien jika sepeda ini digunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

Dirt Jump (DJ)
Sepeda jenis ini awalnya dirancang untuk anak muda perkotaan, selain sebagai alat transportasi, untuk kebut-kebutan di jalan raya kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan atraksi-atraksi ekstrim lainnya. Fungsi dari sepeda jenis ini sangat mirip dengan BMX, namun dengan bentuk yang diperbesar. Nama lain dari sepeda jenis ini adalah trial atau urban MTB
......... dari wikimedia.org..........

Selasa, 12 Juli 2011

Bersepeda itu Sehat

Bersepeda dan Manfaat untuk Hati dan Jantung
Dengan bersepeda tiap hari akan melatih nafas kita untuk bernafas lebih
panjang di bandingkan dengan orang yang tidak bersepeda, bersepeda lebih
efektif dibandingkan dengan senam erobic dan lebih mengasikan.
Bersepeda merupakan salah satu bentuk olah raga yang paling efektif dan
murah untuk mencapai kesehatan yang mahal harganya. Sebagai contoh,
bersepeda dan mengurangi resiko serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan
diabetes, untuk itulah kenapa bersepeda merupakan salah satu sarana untuk
hidup sehat.


Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering
dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22%.
Bersepeda dan Berat badan


Bersepeda dapat dijadikan salah satu program untuk mengurangi berat
badan. Dengan bersepeda kita sama saja membakar energy kita yang
dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi semisal coklat dan sedikit
minuman beralkohol (sekitar 300 kalori).
Hanya dengan 15 menit bersepeda dari rumah ke kantor kita 5 - 6 kali
dalam seminggu, kita telah berhasil mengurangi berat badan kita 11 pounds
dalam satu tahun.


Bersepeda dan Mood (semangat)
Bersepeda memberikan efek yang positif pada perasaan dan suasana
hati kita. Bersepeda dapat mengurangi depresi, strees, meningkatkan
mood dan memotivasi diri kita. Sebagai contoh dengan bersepeda kita dapat
melihat lingkungan sekitar secara lebih seksama, bersosialisasi dengan
lingkungan, menikmati pemandangan alam dan udara yang segar. Bonus
dari semua itu adalah kesehatan.


Bersepeda dan Polusi udara
Jika tidak perlu kuatir dengan polusi udara yang disebabkan lalulintas
kendaraan, hasil penelitian menyebutkan orang yang bersepeda lebih
sedikit terkena polusi udara dari pada orang yang naik kendaraan bermotor.
Hal ini di mungkinkan karena orang yang bersepeda bernafas lebih teratur dan
menghisap oksigen lebih banyak.

kiriman by.Bambang DCC.

Tips perawatan sepeda gunung

Bersepeda akan terasa nyaman jika sepeda yang kita kendarai selalu dalam kondisi bagus, bagaimana merawat sepeda gunung MTB agar selalu dalam performa maximum. Salah satu cara adalah dengan
selalu mencucinya, mencuci sepeda gunung akan membuat sepeda bersih
dari kotoran yang mengganggu kinerja dan performa optimal sepeda gunung
kita.

Berikut merupakan Tips dan Trik untuk merawat sepeda gunung dengan cara mencuci sepeda MTB dengan
benar, tips dan trik ini memberikan teknik membersihkan MTB mulai dari
sadel hingga sistem pengereman. Keseluruhan proses dapat di lakukan
tidak kurang dari 35 – 40 menit.

Berikut langkah-langkah mencuci sepeda MTB dengan baik dan benar :
1. Lepas semua aksesoris yang berada di handle bar (stang), misal :
bel, lampu, spidometer dll. Jika anda menggunakan V brakes lepas kabel
penghubungnya dengan menekan kedua sisi calipers. Teknik melepas kabel
v brakes ini berlaku juga jika anda menggunakan V brakes pada roda
belakang.

2. Putar balik sepeda anda, untuk menghidari lecet pada sadel dan
grips kita dapat memakai alas yang tidak terlalu keras dan empuk misal
kita dapat menggunakan matras dengan ketebalan 5mm.
Cara membalik sepeda dengan benar adalah anda berdiri di samping sepeda
pegang bagian suspensi depan (down tube) dan satu tangan memegang seat
pos (dudukan sadel). Kemudian putar secara perlahan hingga sepeda
terbalik.

3. Melepas roda depan dan belakang, buka pengencang as roda depan
dengan membukan klip pengunci jika ada, jika sepeda anda tidak
menggunakan klip, anda harus menggunakan kunci pas sesuai dengan ukuran
baut yang di gunakan sebagai pengunci as roda depan.
Untuk melepas Roda belakang, lepas pengencang as roda belakang, tarik
kebelakang sistem pemindah gigi (RD) rear derailleur secukupnya
sehingga roda belakang bisa di tarik keatas dan terlepas.

4. Membersikan sistem penggerak (rantai, gir, pedal, rear
derailleur). Siapkan sikat dan air bersabun. Mulailah menyikat RD
dengan sikat yang telah di basahi air sabun, untuk membersikan rantai
gunakan lap kain yang lembut, basahi lap tersebut dengan air sabun
putar rantai dengan memutar pedal anda kedepan sehingga rantai
berputar. Tempelkan lap pada rantai sepeda anda sehingga kotoran yang
ada menempel pada lap tadi.
Lanjutkan dengan membersikan Crank (gir depan, lengan pedal dan pedal)
dengan sikat yang sudah di basahi dengan air sabun, sikat secara merata
dan teliti sehingga semua bagian penggerak depan terkena air sabun dan
kotoran terlepas, kemudian lap dengan lap bersih.
Bersihkan pedal dan bagian sisi dalam gir dengan sikat dibasahi air sabun, lanjutkan dengan mengeringkan dengan lap bersih.

5. Membersihkan bagian bawah frame, gunakan lap kain dan air sabun.
Lap secara merata ke seluruh bagian frame, handle bar (stang depan),
bagian top tube (frame atas), dan seatways (frame belakang). Jangan
lupa membersihkan kabel pemindah gigi dan penarik rem.

6. Membersikan Sistem Roda.
Gunakan lap kain dan air sabun roda depan dan belakang, anda dapat
menggunakan cairan pembersih kotoran jika ada kotoran yang susah di
buang, misal menggunakan WD-40. Bersihkan kotoran pada as roda, hub dan
keseluruhan roda termasuk jari-jari roda.
Jika anda menggunakan cakram pada roda anda cukup sikat dengan teliti di semua bagian cakram.

7. Mengecek Sistem Roda
Pasang kembali roda depan dan belakang, pastikan klip pengenceng roda
terpasang denga baik dan dapat mengunci roda dengan sempurna. Mungkin
kita sedikit menemui kesulitan untuk memasang kembali roda belakang,
tipsnya masukan gir belakang di antara mata rantai dan tekan kebawah
sehingga dapat masuk ke dudukan roda belakang dengan sempurna, lakukan
dengan hati-hati.
Setelah semua roda terpasang cek putaran roda baik depan dan belakang
amati dengan seksama apakah goyang atau tidak, jika goyang kemungkinan
besar jari-jari roda perlu di stel ulang. Anda dapat memperbaikinya
sendiri dengan menggunakan kunci jari2 roda atau membawanya ke bengkel
sepeda.

8. Cek Sistem pengereman
Merupakan salah satu bagian fital dari sepeda ada rem, jika tidak dapat
berfungsi dengan baik keselamatan kita menjadi taruhannya. Untuk
mengecek rem roda depan berdirilah di depan sepeda anda dan tekan rem
roda depan, kemudian tarik sepeda kedepan jika frame dan roda belakang
terangkat berarti rem roda depan masih berfungsi dengan baik, jika
tidak segera ganti kampas rem depan dengan yang masih bagus.
Untuk rem roda belakang, berdirilah di depan sepeda anda dan tekan rem
belakang, jika roda depan terangkat diantara sela kaki anda kemungkinan
rem belakang masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera cek dan
ganti kampas rem dengan yang baru.
Kedua tips untuk pengecekan sistem pengereman tersebut dapat di
terapkan baik rem dengan V brake atau dengan Disc brake. Cek semua
setelan kabel atau minyak rem (dish brake dengan oil).

9. Pelumas
Tip untuk melumasi bagian-bagian penting sepeda gunung anda adalah
bagian rantai, shifter, sistem pengerak roda depan dan belakang
(FD-RD), pedan dan lengan pedal.
Gunakan pelumas yang bagus jangan menggunakan oli bekas, gunakan cairan
pelumas yang khusus untuk rantai, banyak beredar di pasaran adalah
pelumas untuk rantai kendaran roda 2 bermotor.


sumber :www.zonasepeda.com

7 Tips bersepeda buat pemula

Aman Bersepeda di Jalan Raya
Sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana caranya sepeda dengan aman di jalan raya. Usahakan tetap berada di jalur sebelah kiri. Namun jangan terlalu ke pinggir, sebab biasanya pecahan gelas/kaca dan benda-benda tajam penyebab ban bocor, justru ada di situ. Anda mempunyai yang sama dengan pengguna kendaraan bermotor lainnya. Bersepedalah dengan jarak 2-3 kaki dari bibir aspal. Beri ruang pada kendaraan lain untuk lewat tanpa mengganggu jalur yang sedang Anda pakai. Gunakan isyarat-tangan sebelum berbelok dan pastikan memasang sejumlah reflektor jika bersepeda dalam kondisi gelap.

Kenakan Helm
Jika Anda ingin lebih aman bersepeda, selalu gunakan helm sepeda. Cedera di bagian tubuh lainnya masih bisa diobati dan pulih kembali, sedangkan sel otak yang cidera sangat sulit terdeteksi dan sukar disembuhkan. Segeralah kunjungi toko sepeda dan pilih salah satu helm yang memiliki standar keamanan sesuai keahlian Anda bersepeda. Pilihlah yang benar-benar terasa pas dengan ukuran kepala Anda dan sesuaikan tali pengikatnya agar helm tak mudah lepas. Jangan sampai kendor atau sebaliknya kekencangan.

Gunakan shifter
Banyak orang yang gemar bersepeda menggunakan gear tertinggi sepanjang waktu. Maksud hati ingin memperoleh kecepatan semaksimal mungkin. Akibatnya mereka mengayuh dengan keras dan cepat kecapaian. Cara demikian bukan saja menyebabkan kaki pegal-pegal, tapi juga dapat merusak otot dan persendian. Padahal cara bersepeda yang efisien justru mengusahakan kayuhan (cadence) berada di kisaran 80-100 putaran permenit (RPM). Pakailah shifter guna memelihara cadence tergantung kondisi jalan yang dihadapi. Turunkan gear bila menghadapi jalan menanjak. Jangan merasa enggan untuk mengoper shifter sesering mungkin, demi kenyamanan kaki Anda saat mengayuh pedal. Lebih baik bersepeda dengan aman dan nyaman, ketimbang semata-mata mengejar kecepatan.

Mengendalikan Handlebar di Tikungan
Ini karena tampak hanya perlu memutar handlebar, mengikuti arah tikungan dan cukup meluruskan handlebar kala ingin lebih cepat menambah kayuhan. Wajar jika pertama kali Anda merasa takut saat melewati tikungan hingga sepeda tampak miring. Tapi pengendara yang lebih ahli bahkan dapat memiringkan sepeda hingga mendekati 45 derajat tanpa terjatuh. Berlatihlah pada tahap awal menghadapi tikungan dengan kecepatan sedang tanpa kaku. Semakin banyak Anda berlatih, perasaan takut melewati tikungan akan hilang dengan sendirinya.

Pengereman
Ada mitos yang mengatakan pengereman pada roda depan bisa menyebabkan pengendara sepeda dapat terjungkal. Mitos ini tak seluruhnya benar, rem depan justru berfungsi lebih banyak dibanding rem belakang. Rem depan mampu menghentikan laju sepeda lebih efisien.

Bersepeda di Jalur Off-Road
Banyak tantangan unik yang terbentang di jalur off-road. Bersepeda akan terasa lebih menyenangkan karena melewati tanah, rumput, pepohonan, dan pemandangan alami lainnya. Meski demikian, jangan pernah mencoba memakai sepeda non off-road di atas jalur ini. Selain berbahaya juga mengandung banyak resiko, ban kempes misalnya. Pakailah sepeda yang memang dirancang untuk off-road jika ingin mereguk kenikmatan bersepeda lintas alam. Sepeda gunung (mountain bike) merupakan pilihan yang terbaik. Pertimbangkan jaur yang dilewati sesuai kemampuan bersepeda Anda. Jangan malu untuk memutar atau menuntun sepeda, jika kondisi jalan memang dirasa terlalu sulit dilewati.

Bicycle Fitness
Bersepeda merupaka cara terbaik untuk memperoleh kesehatan. Bila Anda sudah lama tak berolahraga, mulailah dengan perlahan agar tubuh mengalami rekondisi. Bersepedalah dengan jarak yang pendek pada tahap permulaan (kurang dari sejam) dan usahakan secara berkala (4-5 kali dalam seminggu). Pada masa ini tubuh akan mengalami penyesuaian. Guna menghindari cidera, jangan bersepeda terlalu berat atau dalam jarak yang jauh. Setelah seminggu atau dua minggu berikutnya, Anda sudah siap untuk menambah jarak dan waktu bersepeda lebih panjang. Ikutlah bergabung dengan klub sepeda setempat.